Rumah - Pengetahuan - Rincian

Bagaimana cara memicu transistor NPN?

1, Prinsip dasar transistor NPN
Pertama, mari kita tinjau secara singkat struktur dasar dan prinsip transistor NPN. Transistor NPN terdiri dari tiga wilayah yang didoping: dua wilayah semikonduktor tipe-N (emitor dan kolektor) yang mengapit wilayah semikonduktor tipe-P (basis). Dalam operasi normal, tegangan bias maju terbentuk antara emitor dan basis, sedangkan tegangan bias balik terbentuk antara basis dan kolektor. Keadaan bias ini memungkinkan elektron berdifusi dari emitor melalui basis ke kolektor, membentuk arus kolektor, yang merupakan hasil penguatan arus basis.
2, Metode pemicu transistor NPN
1. Basis bias maju
Cara paling umum dan langsung untuk memicu transistor NPN adalah dengan menerapkan tegangan bias maju ke basis. Ketika tegangan antara basis dan emitor lebih besar dari tegangan konduksi sambungan PN (biasanya sekitar 0.7V), elektron dari emitor akan melintasi sambungan PN ke daerah basis dan dipercepat oleh listrik basis medan sebelum berdifusi ke daerah kolektor, membentuk arus kolektor. Dengan mengontrol besarnya tegangan basis, besarnya arus kolektor dapat diatur untuk memicu dan mengendalikan transistor NPN.
2. Metode injeksi saat ini
Selain memberikan tegangan secara langsung, transistor NPN juga dapat dipicu dengan menyuntikkan arus ke basis. Metode ini umumnya digunakan dalam skenario yang memerlukan kontrol arus yang presisi, seperti rangkaian sumber arus atau rangkaian penguat presisi. Dengan mengontrol secara tepat besarnya arus yang disuntikkan ke basis, penyesuaian arus kolektor yang tepat dapat dicapai.
3. Cahaya dipicu
Pada beberapa jenis transistor NPN khusus (seperti fototransistor), transistor juga dapat dipicu oleh penerangan. Transistor ini mengandung elemen fotosensitif (seperti fotodioda atau fotoresistor) di dalamnya, yang menghasilkan arus foto ketika cahaya menyinari elemen fotosensitif dan menyuntikkannya ke basis, memicu transistor. Metode pemicuan cahaya memiliki beragam aplikasi di berbagai bidang seperti deteksi fotolistrik dan sakelar yang dikontrol cahaya.
3, Kasus aplikasi praktis
1. Beralih sirkuit
Pada rangkaian saklar, transistor NPN sering digunakan sebagai saklar elektronik untuk mengontrol on/off rangkaian. Dengan menerapkan tegangan bias maju yang sesuai atau menyuntikkan arus ke basis, transistor NPN dapat dialihkan dari keadaan mati ke keadaan hidup (atau sebaliknya), sehingga mengendalikan keadaan hidup/mati rangkaian beban. Misalnya pada rangkaian kendali lampu LED, transistor NPN dapat digunakan sebagai elemen switching untuk mengontrol nyala/mati lampu LED.
2. Rangkaian amplifikasi
Dalam rangkaian amplifikasi, transistor NPN digunakan sebagai penguat untuk memperkuat sinyal dengan memperkuat amplitudo sinyal input. Dengan mengatur besarnya tegangan atau arus basis, penguatan penguat (yaitu hubungan proporsional antara sinyal keluaran dan sinyal masukan) dapat dikontrol. Transistor NPN memainkan peran penting dalam penguat audio, penguat RF, dan aplikasi lainnya.
3. Sirkuit penggerak
Dalam rangkaian penggerak, transistor NPN digunakan untuk menggerakkan berbagai perangkat beban seperti motor, relay, dll. Dengan menerapkan sinyal pemicu yang sesuai (seperti sinyal pulsa atau sinyal level logika) ke basis, keadaan switching transistor NPN dapat dikontrol. untuk menggerakkan pengoperasian perangkat beban. Misalnya, pada rangkaian penggerak motor, transistor NPN dapat digunakan untuk mengontrol operasi start, stop, dan turn motor.
https://www.trrsemicon.com/transistor/bridge-rectifiers-mb05m.html

Kirim permintaan

Anda Mungkin Juga Menyukai